Daftar Isi
- 1. Asumsi Jaringan Kantor
- 2. Strategi Pembagian Bandwidth
- 3. Konsep: Parent–Child Simple Queue
- 4. Langkah Konfigurasi di MikroTik (Step-by-Step)
- 4.1 Buat Parent Queue: `KANTOR-TOTAL`
- 4.2 Child Queue untuk Server Penting: `SRV-AKUNTING`
- 4.3 Child Queue Divisi Manajemen: `DIV-MGMT`
- 4.4 Child Queue Divisi Staff: `DIV-STAFF`
- 4.5 Child Queue Guest WiFi: `GUEST`
- 5. Tips Penyesuaian Angka (Scaling Up/Down)
- 6. Cara Mengecek Apakah Template Ini Bekerja
- 7. Kapan Perlu Naik Level ke Queue Tree atau PCQ?
Di banyak kantor, masalahnya mirip: pagi masih kencang, siang internet mulai lemot, sore meeting online putus-putus karena semua orang streaming, download, atau video call bersamaan. Padahal paket ISP sudah lumayan besar.
Solusi praktisnya: tata ulang pembagian bandwidth. Di MikroTik, ini bisa dilakukan dengan kombinasi:
- Simple Queue (parent–child)
- Desain IP dan kelompok user yang rapi
Artikel ini berisi template siap pakai untuk kantor kecil–menengah (sekitar 10–50 user) yang masih pakai satu koneksi ISP.
1. Asumsi Jaringan Kantor
Sebelum setting, tentukan dulu kondisi dasar kantor kamu. Di contoh template ini, kita pakai asumsi:
- ISP: 1 koneksi internet.
- Bandwidth dari ISP: 50 Mbps download, 20 Mbps upload.
- Router utama: MikroTik.
- Jaringan LAN kantor:
192.168.10.0/24. - Kelompok perangkat:
- Server penting:
192.168.10.2(misalnya server akunting/ERP). - Divisi manajemen:
192.168.10.10–192.168.10.19. - Divisi staff (umum):
192.168.10.20–192.168.10.99. - Tamu/guest WiFi:
192.168.10.100–192.168.10.200.
- Server penting:
Tujuan:
- Server & manajemen lebih stabil dan relatif lebih cepat.
- Staff tetap dapat jatah wajar, tidak berlebihan.
- Tamu tidak boleh mengganggu user internal.
2. Strategi Pembagian Bandwidth
Dari total 50 Mbps download / 20 Mbps upload, kita bisa rancang pembagiannya:
Server penting
- Minimal: 10 Mbps
- Maksimal: 20 Mbps
Divisi manajemen (10 orang)
- Minimal: 15 Mbps (dibagi rata sesuai kebutuhan)
- Maksimal: 25 Mbps
Divisi staff (30–40 orang)
- Minimal: 15 Mbps
- Maksimal: 35 Mbps
Guest WiFi
- Maksimal: 5 Mbps (tidak perlu minimum)
Totalnya fleksibel, yang penting parent tetap memegang batas 50 / 20 Mbps.
3. Konsep: Parent–Child Simple Queue
Struktur antrian yang akan kita buat:
*Note: IP Range dengan contoh 192.168.10.10-192.168.10.20 tidak bisa langsung dimasukkan dan harus di masukkan 1 per 1 melalui dropdown atau membaginya dengan teknik CIDR, dan juga anda bisa menggunakan mangle untuk menandai traffic atau jika anda kesulitan bisa menghubungi kami
Parent Queue:
KANTOR-TOTAL- Target:
192.168.10.0/24 - Max Limit: 50M/20M
- Target:
Child queue:
SRV-AKUNTING- Target:
192.168.10.2 - Parent:
KANTOR-TOTAL - Limit At: 10M/5M
- Max Limit: 20M/10M
- Priority: 1
- Target:
DIV-MGMT- Target:
192.168.10.10-192.168.10.19 - Parent:
KANTOR-TOTAL - Limit At: 15M/5M
- Max Limit: 25M/10M
- Priority: 2
- Target:
DIV-STAFF- Target:
192.168.10.20-192.168.10.99 - Parent:
KANTOR-TOTAL - Limit At: 15M/5M
- Max Limit: 35M/15M
- Priority: 3
- Target:
GUEST- Target:
192.168.10.100-192.168.10.200 - Parent:
KANTOR-TOTAL - Limit At: 0 (tidak dijamin)
- Max Limit: 5M/2M
- Priority: 8
- Target:
Angka-angka di atas bisa kamu sesuaikan dengan situasi kantor kamu (paket ISP, jumlah user, dan jenis kerjaan).
4. Langkah Konfigurasi di MikroTik (Step-by-Step)
4.1 Buat Parent Queue: `KANTOR-TOTAL`
- Buka Winbox, login ke MikroTik.
- Masuk ke menu Queues → Simple Queues.
- Klik tombol “+”.
- Di tab General:
- Name:
KANTOR-TOTAL - Target:
192.168.10.0/24
- Name:
- Di bagian Max Limit:
- Upload:
20M - Download:
50M
- Upload:

- Klik OK.
Parent ini adalah “payung” semua trafik kantor.
4.2 Child Queue untuk Server Penting: `SRV-AKUNTING`
- Di tab Simple Queues, klik “+”.
- Tab General:
- Name:
SRV-AKUNTING - Target:
192.168.10.2 - Tab Advance -> Parent: pilih
KANTOR-TOTAL
- Name:


- Di pengaturan limit:
- Limit At:
- Download:
10M - Upload:
5M
- Download:
- Max Limit:
- Download:
20M - Upload:
10M
- Download:
- Limit At:
- Set Priority:
1. - Klik OK.
Artinya:
- Server akunting akan diusahakan selalu dapat minimal 10 Mbps, bahkan ketika jaringan sibuk.
- Ketika jaringan longgar, dia boleh “meledak” sampai 20 Mbps.
4.3 Child Queue Divisi Manajemen: `DIV-MGMT`
- Klik “+” lagi.
- Tab General:
- Name:
DIV-MGMT - Target:
192.168.10.10-192.168.10.19 - Parent:
KANTOR-TOTAL
- Name:
- Limit:
- Limit At:
15M/5M - Max Limit:
25M/10M
- Limit At:
- Priority:
2. - Klik OK.
Di sini, sekelompok IP manajemen berbagi jatah minimal yang cukup besar, tapi tetap di bawah server.
4.4 Child Queue Divisi Staff: `DIV-STAFF`
- Klik “+”.
- Tab General:
- Name:
DIV-STAFF - Target:
192.168.10.20-192.168.10.99 - Parent:
KANTOR-TOTAL
- Name:
- Limit:
- Limit At:
15M/5M - Max Limit:
35M/15M
- Limit At:
- Priority:
3. - Klik OK.
Divisi staff akan memakai sisa bandwidth yang cukup besar, tetapi prioritasnya tetap di bawah server dan manajemen jika traffic sedang padat.
4.5 Child Queue Guest WiFi: `GUEST`
- Klik “+”.
- Tab General:
- Name:
GUEST - Target:
192.168.10.100-192.168.10.200 - Parent:
KANTOR-TOTAL
- Name:
- Limit:
- Limit At:
0(biarkan kosong atau0bila tidak ingin jatah minimum). - Max Limit:
- Download:
5M - Upload:
2M
- Download:
- Limit At:
- Priority:
8(paling rendah). - Klik OK.
Dengan begitu:
- Tamu tetap bisa internetan.
- Tapi tidak mungkin mengganggu bandwidth yang dibutuhkan internal kantor.
Hasilnya akan menjadi seperti ini

5. Tips Penyesuaian Angka (Scaling Up/Down)
Beberapa patokan sederhana kalau angka contoh di atas mau diubah:
Kalau bandwidth ISP lebih kecil (misalnya 20 Mbps / 5 Mbps):
- Turunkan semua angka Limit At dan Max Limit proporsional.
- Pastikan total Limit At tidak melebihi bandwidth ISP.
Kalau user lebih banyak:
- Jangan terlalu kecilkan Limit At per kelompok sampai tidak realistis (misalnya 1 Mbps untuk 20 orang bersamaan).
- Di kondisi ini, pertimbangkan pakai PCQ untuk membagi rata di dalam kelompok (bisa jadi hub artikel lain).
Kalau banyak meeting online:
- Naikkan Limit At untuk kelompok yang sering meeting (misalnya manajemen).
- Atur Priority mereka lebih tinggi (lebih kecil angkanya).
6. Cara Mengecek Apakah Template Ini Bekerja
Setelah semua queue dibuat:
- Lihat menu Queues → Simple Queues.
- Perhatikan kolom Rate di:
KANTOR-TOTALSRV-AKUNTING,DIV-MGMT,DIV-STAFF,GUEST
- Simulasikan:
- Jalankan download besar dari user staff.
- Jalankan akses server atau meeting online dari divisi manajemen/server.
- Amati:
- Apakah server dan manajemen tetap dapat bandwidth yang layak?
- Apakah guest tidak pernah lewat dari angka limit?
Kalau hasilnya belum sesuai, kamu bisa:
- Sedikit menggeser angka Limit At/Max Limit.
- Mengubah priority.
- Menambah/mengurangi range IP di masing-masing divisi.
7. Kapan Perlu Naik Level ke Queue Tree atau PCQ?
Template ini berbasis Simple Queue parent–child, dan cocok dipakai sampai kisaran:
- 10–50 user aktif.
- Satu koneksi ISP utama.
- Kategori user masih bisa dikelompokkan berdasarkan range IP.
Kalau kantor kamu:
- Punya banyak layanan (VoIP, video conference dedicated, server aplikasi berat).
- Punya lebih dari satu koneksi ISP.
- User aktifnya sudah puluhan–ratusan dengan pola trafik beragam.
Maka langkah berikutnya adalah mempertimbangkan:
- PCQ di masing-masing divisi untuk pembagian adil.
- Queue Tree + mangle untuk memprioritaskan jenis trafik, bukan hanya kelompok IP.
Template ini bisa kamu jadikan baseline, lalu diadaptasi sesuai:
- Kapasitas paket internet kantor.
- Jumlah divisi dan pola kerja.
- Kebutuhan prioritas aplikasi (misalnya lebih mengutamakan VoIP atau sistem kasir).
Bagikan artikel ini


