Di RT/RW Net, tantangannya beda dengan kantor kecil. Jumlah pelanggan bisa puluhan, paketnya beda-beda (3 Mbps, 5 Mbps, 10 Mbps), dan kamu tidak mungkin mengatur satu per satu secara manual setiap hari.
Kalau pakai MikroTik, kombinasi Simple Queue + Address List + Mangle bisa membantu:
- Mengelompokkan pelanggan berdasarkan paket.
- Menerapkan limit bandwidth otomatis untuk setiap kelompok.
- Memudahkan penambahan pelanggan baru (tinggal tambah IP ke address list, bandwidth langsung ikut paketnya).
Artikel ini membahas pola dasar yang bisa kamu jadikan template.
1. Gambaran Skenario RT/RW Net
Kita pakai contoh skenario:
- Total bandwidth ISP: 100 Mbps download, 40 Mbps upload.
- Router: MikroTik.
- Jaringan pelanggan:
10.10.0.0/24.
- Paket pelanggan:
- Paket 3 Mbps: IP
10.10.0.10–10.10.0.49.
- Paket 5 Mbps: IP
10.10.0.50–10.10.0.79.
- Paket 10 Mbps: IP
10.10.0.80–10.10.0.99.
Tujuan:
- Pelanggan paket 3 Mbps tidak bisa mengambil lebih dari 3 Mbps.
- Pelanggan paket 5 Mbps maksimal 5 Mbps.
- Pelanggan paket 10 Mbps maksimal 10 Mbps.
- Pengaturan ini berbasis kelompok, bukan per IP satu-satu.
2. Konsep: Address List, Mangle, dan Simple Queue
Sebelum konfigurasi, pahami dulu tiga komponen penting:
Address List
Dipakai untuk mengelompokkan IP pelanggan berdasarkan paket (3M, 5M, 10M, dsb).
Mangle (Firewall)
Dipakai untuk menandai (mark) traffic dari setiap kelompok paket. Mark ini nantinya digunakan oleh Simple Queue agar rule bisa diterapkan per kelompok.
Simple Queue
Dipakai sebagai “tempat limit”-nya. Queue tidak lagi target per IP, tapi per packet-mark hasil mangle.
Flow sederhananya:
- IP pelanggan dimasukkan ke address list paket tertentu.
- Mangle membaca address list → memberi packet-mark.
- Simple Queue membatasi bandwidth berdasarkan packet-mark tersebut.
3. Langkah 1: Membuat Address List per Paket
Masuk ke MikroTik:
- Buka IP → Firewall → tab Address Lists.
- Klik “+” untuk menambahkan kelompok baru.

Contoh untuk paket 3 Mbps:
- Name:
PAKET-3M
- Address:
10.10.0.10-10.10.0.49

Kamu bisa menambahkan satu per satu IP, atau range, tergantung kebiasaan:
- Bisa juga pakai /mask (misalnya
10.10.0.0/26) jika range-nya rapi.
- Untuk IP baru, cukup tambahkan ke address list dengan nama yang sama (
PAKET-3M).
Ulangi langkah yang sama untuk:
PAKET-5M → 10.10.0.50-10.10.0.79
PAKET-10M → 10.10.0.80-10.10.0.99
Semakin rapi IP plan, semakin mudah dikelola.
4. Langkah 2: Mangle untuk Menandai Paket
Sekarang, kita perlu menandai traffic dari masing-masing paket menggunakan mangle.
Buka IP → Firewall → tab Mangle.
4.1 Mark Connection per Paket
Tujuan: menandai koneksi berdasarkan address list pelanggan.
Contoh untuk paket 3 Mbps:
- Klik “+”.

- Tab General:
- Chain:
prerouting
- Src. Address List:
PAKET-3M

- Tab Action:
- Action:
mark-connection
- New Connection Mark:
CONN-3M
- Centang
Passthrough.

- Klik OK.
Ulangi untuk:
PAKET-5M → CONN-5M
PAKET-10M → CONN-10M
4.2 Mark Packet per Paket
Setelah connection ditandai, sekarang tandai paketnya.
Contoh untuk paket 3 Mbps:
- Klik “+” lagi.
- Tab General:
- Chain:
forward
- Connection Mark:
CONN-3M

- Tab Action:
- Action:
mark-packet
- New Packet Mark:
PKT-3M
- Hilangkan centang
Passthrough (agar tidak didobel lagi).

- Klik OK.
Ulangi untuk:
CONN-5M → PKT-5M
CONN-10M → PKT-10M
Sekarang, setiap traffic dari pelanggan paket 3M, 5M, dan 10M akan membawa packet-mark masing-masing.
5. Langkah 3: Simple Queue untuk Setiap Paket
Di contoh ini, Simple Queue akan bekerja berdasarkan packet-mark, bukan target IP langsung.
Buka Queues → Simple Queues.
5.1 Queue Paket 3 Mbps
- Klik “+”.

- Tab General:
- Name:
QUEUE-3M
- Target: kosongkan (biarkan 0.0.0.0/0 jika perlu).
- Tab Advanced:
- Packet Marks: pilih
PKT-3M.
- Tab Limits (atau di bagian bawah tergantung versi Winbox):
- Max Limit:
- Download:
3M
- Upload:
1M (misal).
- Klik OK.


5.2 Queue Paket 5 Mbps
- Klik “+”.
- Name:
QUEUE-5M.
- Packet Marks:
PKT-5M.
- Max Limit:
- Klik OK.
5.3 Queue Paket 10 Mbps
- Klik “+”.
- Name:
QUEUE-10M.
- Packet Marks:
PKT-10M.
- Max Limit:
- Download:
10M
- Upload:
3M.
- Klik OK.
Dengan pola ini:
- Semua pelanggan dalam
PAKET-3M akan ikut QUEUE-3M.
- Semua pelanggan dalam
PAKET-5M ikut QUEUE-5M.
- Semua pelanggan dalam
PAKET-10M ikut QUEUE-10M.
Kalau ada pelanggan baru, cukup tambahkan IP-nya ke address list yang sesuai. Tidak perlu buat queue baru lagi.
6. Variasi: Menambahkan Parent Queue Total RT/RW Net
Supaya total bandwidth tidak melewati paket ISP, kamu bisa menambahkan parent queue.
Buat Simple Queue baru:
- Name:
RT-RW-NET-TOTAL.
- Target:
10.10.0.0/24.
- Max Limit:
- Download:
100M.
- Upload:
40M.
Pada masing-masing queue paket (QUEUE-3M, QUEUE-5M, QUEUE-10M), set Parent ke RT-RW-NET-TOTAL.
Hasilnya:
- Total penggunaan pelanggan tidak akan melewati 100/40 Mbps.
- Pembagian per paket tetap dijaga oleh masing-masing child queue.
7. Monitoring dan Troubleshooting
Setelah semua queue dan mangle dibuat:
- Buka Queues → Simple Queues.
- Lihat apakah:
QUEUE-3M, QUEUE-5M, dan QUEUE-10M menunjukkan trafik (rate naik turun).
- Ketika pelanggan paket 3M melakukan speedtest, hasilnya tidak lewat 3 Mbps.
Jika queue selalu 0:
- Cek apakah packet-mark terisi:
- Gunakan IP → Firewall → Mangle, aktifkan kolom Bytes/Packets.
- Pastikan:
- Address list sudah berisi IP yang benar.
- Rule mangle berada di urutan yang tepat (tidak “dilewati” rule lain).
- Perhatikan rule FastTrack:
- Untuk skema mangle seperti ini, FastTrack kadang perlu dimatikan atau disesuaikan.
8. Kapan Perlu Naik ke PCQ atau Queue Tree?
Metode Simple Queue + Address List + Mangle ini cocok untuk:
- RT/RW Net kecil–menengah.
- Jumlah pelanggan masih puluhan, bukan ratusan.
- Paket masih relatif sederhana.
Kalau:
- Pelanggan sudah banyak (ratusan).
- Ingin pembagian benar-benar rata per user di dalam satu paket.
- Ingin QoS lebih detail (prioritas game, VoIP, dll).
Maka kamu bisa lanjut ke:
- PCQ untuk membagi bandwidth rata di dalam satu paket.
- Queue Tree untuk kontrol per arah (upload/download) dan prioritas lebih kompleks.
Dengan pendekatan Address List + Mangle + Simple Queue ini, administrasi RT/RW Net jadi jauh lebih mudah:
- Tambah pelanggan baru: cukup tambah IP ke address list yang tepat.
- Ubah spesifikasi paket: tinggal ubah Max Limit pada queue paket yang bersangkutan.
- Semua tetap terpusat di satu struktur yang rapi.