Networking

Manajemen Bandwidth RT/RW Net dengan Simple Queue, Address List, dan Mangle

June 17, 2026 at 06:00 PM
Manajemen Bandwidth RT/RW Net dengan Simple Queue, Address List, dan Mangle

Di RT/RW Net, tantangannya beda dengan kantor kecil. Jumlah pelanggan bisa puluhan, paketnya beda-beda (3 Mbps, 5 Mbps, 10 Mbps), dan kamu tidak mungkin mengatur satu per satu secara manual setiap hari.

Kalau pakai MikroTik, kombinasi Simple Queue + Address List + Mangle bisa membantu:

  • Mengelompokkan pelanggan berdasarkan paket.
  • Menerapkan limit bandwidth otomatis untuk setiap kelompok.
  • Memudahkan penambahan pelanggan baru (tinggal tambah IP ke address list, bandwidth langsung ikut paketnya).

Artikel ini membahas pola dasar yang bisa kamu jadikan template.


1. Gambaran Skenario RT/RW Net

Kita pakai contoh skenario:

  • Total bandwidth ISP: 100 Mbps download, 40 Mbps upload.
  • Router: MikroTik.
  • Jaringan pelanggan: 10.10.0.0/24.
  • Paket pelanggan:
    • Paket 3 Mbps: IP 10.10.0.10–10.10.0.49.
    • Paket 5 Mbps: IP 10.10.0.50–10.10.0.79.
    • Paket 10 Mbps: IP 10.10.0.80–10.10.0.99.

Tujuan:

  • Pelanggan paket 3 Mbps tidak bisa mengambil lebih dari 3 Mbps.
  • Pelanggan paket 5 Mbps maksimal 5 Mbps.
  • Pelanggan paket 10 Mbps maksimal 10 Mbps.
  • Pengaturan ini berbasis kelompok, bukan per IP satu-satu.

2. Konsep: Address List, Mangle, dan Simple Queue

Sebelum konfigurasi, pahami dulu tiga komponen penting:

  • Address List
    Dipakai untuk mengelompokkan IP pelanggan berdasarkan paket (3M, 5M, 10M, dsb).

  • Mangle (Firewall)
    Dipakai untuk menandai (mark) traffic dari setiap kelompok paket. Mark ini nantinya digunakan oleh Simple Queue agar rule bisa diterapkan per kelompok.

  • Simple Queue
    Dipakai sebagai “tempat limit”-nya. Queue tidak lagi target per IP, tapi per packet-mark hasil mangle.

Flow sederhananya:

  1. IP pelanggan dimasukkan ke address list paket tertentu.
  2. Mangle membaca address list → memberi packet-mark.
  3. Simple Queue membatasi bandwidth berdasarkan packet-mark tersebut.

3. Langkah 1: Membuat Address List per Paket

Masuk ke MikroTik:

  1. Buka IP → Firewall → tab Address Lists.
  2. Klik “+” untuk menambahkan kelompok baru.

image

Contoh untuk paket 3 Mbps:

  • Name: PAKET-3M
  • Address: 10.10.0.10-10.10.0.49

image

Kamu bisa menambahkan satu per satu IP, atau range, tergantung kebiasaan:

  • Bisa juga pakai /mask (misalnya 10.10.0.0/26) jika range-nya rapi.
  • Untuk IP baru, cukup tambahkan ke address list dengan nama yang sama (PAKET-3M).

Ulangi langkah yang sama untuk:

  • PAKET-5M10.10.0.50-10.10.0.79
  • PAKET-10M10.10.0.80-10.10.0.99

Semakin rapi IP plan, semakin mudah dikelola.


4. Langkah 2: Mangle untuk Menandai Paket

Sekarang, kita perlu menandai traffic dari masing-masing paket menggunakan mangle.

Buka IP → Firewall → tab Mangle.

4.1 Mark Connection per Paket

Tujuan: menandai koneksi berdasarkan address list pelanggan.

Contoh untuk paket 3 Mbps:

  1. Klik “+”. image
  2. Tab General:
    • Chain: prerouting
    • Src. Address List: PAKET-3M

image

  1. Tab Action:
    • Action: mark-connection
    • New Connection Mark: CONN-3M
    • Centang Passthrough.

image

  1. Klik OK.

Ulangi untuk:

  • PAKET-5MCONN-5M
  • PAKET-10MCONN-10M

4.2 Mark Packet per Paket

Setelah connection ditandai, sekarang tandai paketnya.

Contoh untuk paket 3 Mbps:

  1. Klik “+” lagi.
  2. Tab General:
    • Chain: forward
    • Connection Mark: CONN-3M

image

  1. Tab Action:
    • Action: mark-packet
    • New Packet Mark: PKT-3M
    • Hilangkan centang Passthrough (agar tidak didobel lagi).

image

  1. Klik OK.

Ulangi untuk:

  • CONN-5MPKT-5M
  • CONN-10MPKT-10M

Sekarang, setiap traffic dari pelanggan paket 3M, 5M, dan 10M akan membawa packet-mark masing-masing.


5. Langkah 3: Simple Queue untuk Setiap Paket

Di contoh ini, Simple Queue akan bekerja berdasarkan packet-mark, bukan target IP langsung.

Buka Queues → Simple Queues.

5.1 Queue Paket 3 Mbps

  1. Klik “+”.

image

  1. Tab General:
    • Name: QUEUE-3M
    • Target: kosongkan (biarkan 0.0.0.0/0 jika perlu).
  2. Tab Advanced:
    • Packet Marks: pilih PKT-3M.
  3. Tab Limits (atau di bagian bawah tergantung versi Winbox):
    • Max Limit:
      • Download: 3M
      • Upload: 1M (misal).
  4. Klik OK.

image

image

5.2 Queue Paket 5 Mbps

  1. Klik “+”.
  2. Name: QUEUE-5M.
  3. Packet Marks: PKT-5M.
  4. Max Limit:
    • Download: 5M
    • Upload: 2M.
  5. Klik OK.

5.3 Queue Paket 10 Mbps

  1. Klik “+”.
  2. Name: QUEUE-10M.
  3. Packet Marks: PKT-10M.
  4. Max Limit:
    • Download: 10M
    • Upload: 3M.
  5. Klik OK.

Dengan pola ini:

  • Semua pelanggan dalam PAKET-3M akan ikut QUEUE-3M.
  • Semua pelanggan dalam PAKET-5M ikut QUEUE-5M.
  • Semua pelanggan dalam PAKET-10M ikut QUEUE-10M.

Kalau ada pelanggan baru, cukup tambahkan IP-nya ke address list yang sesuai. Tidak perlu buat queue baru lagi.


6. Variasi: Menambahkan Parent Queue Total RT/RW Net

Supaya total bandwidth tidak melewati paket ISP, kamu bisa menambahkan parent queue.

  1. Buat Simple Queue baru:

    • Name: RT-RW-NET-TOTAL.
    • Target: 10.10.0.0/24.
    • Max Limit:
      • Download: 100M.
      • Upload: 40M.
  2. Pada masing-masing queue paket (QUEUE-3M, QUEUE-5M, QUEUE-10M), set Parent ke RT-RW-NET-TOTAL.

Hasilnya:

  • Total penggunaan pelanggan tidak akan melewati 100/40 Mbps.
  • Pembagian per paket tetap dijaga oleh masing-masing child queue.

7. Monitoring dan Troubleshooting

Setelah semua queue dan mangle dibuat:

  1. Buka Queues → Simple Queues.
  2. Lihat apakah:
    • QUEUE-3M, QUEUE-5M, dan QUEUE-10M menunjukkan trafik (rate naik turun).
    • Ketika pelanggan paket 3M melakukan speedtest, hasilnya tidak lewat 3 Mbps.

Jika queue selalu 0:

  • Cek apakah packet-mark terisi:
    • Gunakan IP → Firewall → Mangle, aktifkan kolom Bytes/Packets.
  • Pastikan:
    • Address list sudah berisi IP yang benar.
    • Rule mangle berada di urutan yang tepat (tidak “dilewati” rule lain).
  • Perhatikan rule FastTrack:
    • Untuk skema mangle seperti ini, FastTrack kadang perlu dimatikan atau disesuaikan.

8. Kapan Perlu Naik ke PCQ atau Queue Tree?

Metode Simple Queue + Address List + Mangle ini cocok untuk:

  • RT/RW Net kecil–menengah.
  • Jumlah pelanggan masih puluhan, bukan ratusan.
  • Paket masih relatif sederhana.

Kalau:

  • Pelanggan sudah banyak (ratusan).
  • Ingin pembagian benar-benar rata per user di dalam satu paket.
  • Ingin QoS lebih detail (prioritas game, VoIP, dll).

Maka kamu bisa lanjut ke:

  • PCQ untuk membagi bandwidth rata di dalam satu paket.
  • Queue Tree untuk kontrol per arah (upload/download) dan prioritas lebih kompleks.

Dengan pendekatan Address List + Mangle + Simple Queue ini, administrasi RT/RW Net jadi jauh lebih mudah:

  • Tambah pelanggan baru: cukup tambah IP ke address list yang tepat.
  • Ubah spesifikasi paket: tinggal ubah Max Limit pada queue paket yang bersangkutan.
  • Semua tetap terpusat di satu struktur yang rapi.

Wanna Know More About Us?

Contact us via WhatsApp

Have any questions? Message us directly on WhatsApp for the fastest response.