Daftar Isi
- Apa Itu Simple Queue di MikroTik?
- Contoh Topologi Sederhana
- Langkah 1: Membuka Menu Simple Queue
- Langkah 2: Membatasi Bandwidth untuk Satu IP
- Langkah 3: Membatasi Bandwidth untuk Satu Jaringan (Subnet)
- Langkah 4: Menggunakan Parent–Child Queue (Opsional Tapi Penting)
- 4.1 Membuat Parent Queue
- 4.2 Membuat Child Queue untuk IP Penting
- 4.3 Child Queue untuk User Lain
- Cara Mengecek Apakah Simple Queue Bekerja
- Masalah Umum dan Cara Mengatasinya
- Kapan Cukup Simple Queue, Kapan Harus Naik Level?
Banyak jaringan kantor, kos, atau cafe yang internetnya terasa lemot padahal paket ISP sudah cukup besar. Sering kali masalahnya bukan di ISP, tapi karena tidak ada batasan pemakaian per pengguna. Satu orang download besar-besaran, yang lain ikut melambat.
Di MikroTik, cara paling mudah untuk mulai mengatur ini adalah dengan fitur Simple Queue. Artikel ini akan membahas apa itu Simple Queue dan bagaimana cara membuatnya langkah demi langkah.
Apa Itu Simple Queue di MikroTik?
Simple Queue adalah fitur di MikroTik yang dipakai untuk membatasi kecepatan internet (bandwidth) berdasarkan IP address atau jaringan (subnet).
Dengan Simple Queue, kamu bisa:
- Batasi kecepatan satu perangkat (misalnya IP 192.168.88.10 maksimal 5 Mbps).
- Batasi kecepatan satu jaringan (misalnya semua IP 192.168.88.0/24 maksimal 30 Mbps).
- Membuat hirarki parent–child: satu rule utama memegang total bandwidth, rule lain membatasi tiap user di bawahnya.
Kelebihan Simple Queue:
- Konfigurasi mudah, cocok untuk pemula.
- Tidak perlu mangle atau aturan firewall yang rumit.
- Langsung kelihatan di Winbox (gampang dipantau).
Contoh Topologi Sederhana
Supaya mudah dibayangkan, kita pakai contoh berikut:
- Router MikroTik sebagai gateway internet.
- Internet dari ISP: 30 Mbps download, 10 Mbps upload.
- Jaringan lokal (LAN):
192.168.88.0/24. - Ada satu komputer dengan IP
192.168.88.10.
Target pengaturan:
- Membatasi satu IP (192.168.88.10) supaya maksimal hanya bisa memakai 5 Mbps download dan 2 Mbps upload.
- Membatasi total bandwidth seluruh jaringan
192.168.88.0/24agar tidak lewat 30 Mbps download dan 10 Mbps upload.
Semua langkah di bawah menggunakan Winbox.
Langkah 1: Membuka Menu Simple Queue
- Buka Winbox dan login ke router MikroTik.
- Pada menu di sebelah kiri, klik Queues.
- Pastikan kamu berada di tab Simple Queues.
Di sini kamu akan melihat daftar Simple Queue (kalau sudah pernah dibuat). Kalau belum ada, daftar akan kosong.
Langkah 2: Membatasi Bandwidth untuk Satu IP
Kita mulai dengan contoh paling dasar: batasi satu perangkat saja.
Tujuan:
- IP
192.168.88.10 - Maksimal download: 5 Mbps
- Maksimal upload: 2 Mbps
Langkah-langkah:
- Di tab Simple Queues, klik tombol “+” (Add).
- Di tab General:
- Name: isi bebas, misalnya
user-10. - Target: isi
192.168.88.10.
- Name: isi bebas, misalnya
- Di bagian Max Limit (kadang muncul di tab yang sama, tergantung versi Winbox):
- Upload: isi
2M. - Download: isi
5M.
- Upload: isi
- Klik OK.

Setelah rule ini dibuat:
- Semua trafik internet dari dan ke IP
192.168.88.10akan dibatasi tidak lebih dari 5 Mbps download dan 2 Mbps upload. - Kamu bisa cek dengan melakukan speedtest dari perangkat tersebut.
Jika hasil speedtest kurang lebih sesuai, berarti Simple Queue sudah bekerja.
Langkah 3: Membatasi Bandwidth untuk Satu Jaringan (Subnet)
Sekarang, misalnya kamu ingin memastikan total bandwidth yang dipakai oleh seluruh jaringan LAN tidak melebihi paket ISP.
Tujuan:
- Target:
192.168.88.0/24 - Maksimal download: 30 Mbps
- Maksimal upload: 10 Mbps
Langkah-langkah:
- Di tab Simple Queues, klik “+” lagi.
- Di tab General:
- Name: isi
LAN-all. - Target: isi
192.168.88.0/24.
- Name: isi
- Di bagian Max Limit:
- Upload:
10M. - Download:
30M.
- Upload:
- Klik OK.

Rule ini akan membatasi total pemakaian internet oleh semua perangkat di jaringan 192.168.88.0/24 agar tidak lewat 30 Mbps download dan 10 Mbps upload.
Ini sangat berguna untuk memastikan jaringan kamu tidak melampaui kapasitas yang diberikan oleh ISP.
Langkah 4: Menggunakan Parent–Child Queue (Opsional Tapi Penting)
Setelah bisa bikin queue dasar, langkah berikutnya yang cukup berguna adalah membuat struktur parent–child.
Idenya:
- Parent queue: memegang total bandwidth (misalnya 30 Mbps).
- Child queue: mengatur jatah per IP/per kelompok di bawah parent yang sama.
4.1 Membuat Parent Queue
Tujuan:
- Parent:
parent-LAN - Target:
192.168.88.0/24 - Max Limit: 30 Mbps download / 10 Mbps upload
Langkah-langkah:
- Di tab Simple Queues, klik “+”.
- Di tab General:
- Name:
parent-LAN. - Target:
192.168.88.0/24.
- Name:
- Set Max Limit:
- Upload:
10M. - Download:
30M.
- Upload:
- Klik OK.

4.2 Membuat Child Queue untuk IP Penting
Misalnya, ada satu komputer penting (akunting/server) dengan IP 192.168.88.2 yang harus diberi prioritas lebih tinggi.
Tujuan:
- Target:
192.168.88.2 - Jatah minimum: 10 Mbps (kalau tersedia)
- Maksimal: 20 Mbps
- Prioritas lebih tinggi dari user biasa
Langkah-langkah:
- Di tab Simple Queues, klik “+”.
- Di tab General:
- Name:
srv-priority. - Target:
192.168.88.2.
- Name:
- Di kolom Parent (di tab General atau Advanced, tergantung versi Winbox), pilih
parent-LAN. - Atur Limit At (jatah minimum), misalnya:
- Download:
10M. - Upload:
3M.
- Download:
- Atur Max Limit, misalnya:
- Download:
20M. - Upload:
5M.
- Download:
- Atur Priority: isi
1(angka kecil = lebih penting). - Klik OK.


Dengan pengaturan ini:
- IP
192.168.88.2akan selalu diusahakan mendapat minimal 10 Mbps selama bandwidth tersedia. - Saat jaringan tidak penuh, dia bisa naik sampai 20 Mbps.
- Karena priority-nya lebih tinggi, trafik dari IP ini akan lebih diutamakan dibanding child queue lain di bawah
parent-LAN.
4.3 Child Queue untuk User Lain
Kamu bisa menambahkan child queue lain untuk kategori “user biasa”.
Contoh:
- Name:
users-other - Target:
192.168.88.0/24(bisa juga range tertentu, tergantung desain IP). - Parent:
parent-LAN. - Priority:
3atau4. - Max Limit: sisa bandwidth yang diinginkan.
Cara Mengecek Apakah Simple Queue Bekerja
Setelah membuat beberapa Simple Queue, kamu bisa cek apakah aturan tersebut benar-benar aktif.
Beberapa hal yang bisa dicek:
- Buka menu Queues → Simple Queues.
- Lihat kolom Rate (Tx/Rx) di setiap queue:
- Jika ada trafik dan angkanya naik turun, artinya queue menangkap trafik.
- Jika selalu 0 padahal user sedang internetan, berarti ada yang salah (target IP, subnet, atau arah trafik).
Untuk menguji, kamu bisa:
- Jalankan speedtest dari IP yang dibatasi.
- Lihat apakah kecepatan berhenti di angka yang kamu set di Max Limit.
Masalah Umum dan Cara Mengatasinya
Beberapa hal yang sering bikin orang merasa Simple Queue “tidak jalan”:
IP Target Salah
- Pastikan IP di kolom Target benar dan sesuai dengan IP perangkat.
- Cek lagi di menu IP → Addresses atau di perangkat client.
Subnet Salah Tulis
- Contoh benar:
192.168.88.0/24 - Pastikan tidak salah tulis, misalnya
192.168.88.1/24(itu sudah beda makna).
- Contoh benar:
FastTrack Masih Aktif (Untuk Konfigurasi Lebih Lanjut)
- Di firewall default MikroTik, ada rule FastTrack yang kadang membuat beberapa mekanisme queue tidak berfungsi untuk trafik tertentu.
- Untuk konfigurasi dasar Simple Queue per IP, biasanya masih aman, tapi kalau nanti kamu pakai mangle/Queue Tree, ini perlu diperhatikan.
Queue Ditumpuk Terlalu Banyak di Router Kecil
- Untuk ratusan user, Simple Queue satu per IP bisa memberatkan router dengan spesifikasi rendah.
- Pada titik tertentu, lebih bagus beralih ke PCQ atau Queue Tree.
Kapan Cukup Simple Queue, Kapan Harus Naik Level?
Simple Queue sangat cocok kalau:
- User belum terlalu banyak (misalnya di bawah 30–40).
- Kebutuhan utamanya adalah batasi per IP dan bagi bandwidth dasar.
- Kamu masih di tahap belajar MikroTik dan ingin solusi cepat.
Kalau jaringan makin besar, pengguna makin banyak, dan kebutuhan makin rumit (misalnya harus bedakan trafik game, streaming, file server, dll.), di situ kamu mulai melirik:
- Queue Tree untuk kontrol lebih granular.
- PCQ untuk bagi bandwidth secara otomatis ke banyak user.
Dengan menguasai Simple Queue, kamu sudah punya fondasi penting dalam manajemen bandwidth di MikroTik. Dari sini, kamu bisa lanjut ke artikel lanjutan seperti:
- Perbandingan Simple Queue vs Queue Tree.
- Cara membuat PCQ untuk pembagian bandwidth yang lebih adil.
- Template pengaturan bandwidth untuk kantor atau RT/RW Net.